Serambi Online: 17/12/2008 02:18 WIB
Gubernur Perintahkan Penanganan Darurat
* Exxon Harus Bertanggungjawab Secara Sosial
* Anak-anak Mulai Diserang Penyakit
[ rubrik: Serambi | topik: Bencana Alam ]
LHOKSUKON - Gubernur Irwandi Yusuf, Selasa (16/12) melihat langsung kondisi masyarakat Bidari, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara yang dicekam ketakutan akibat tanah di kampung mereka amblas. Gubernur meminta masyarakat tak kembali sebelum kondisi dinyatakan normal dan memerintahkan Bupati Aceh Utara melakukan penanganan darurat. Di hadapan warga Desa Bidari, Gubernur Aceh memerintahkan Bupati Aceh Utara membangun rumah darurat sebanyak 33 unit untuk menampung warga Bidari. Irwandi juga memberikan dana Rp 400 juta. Sedangkan kebutuhan kayu untuk bahan baku rumah, meminta Muspida Aceh Utara memberikan surat kepada camat untuk mengelola kayu selama satu bulan.
Irwandi juga meminta Muspika Langkahan menyelesaikan pembangunan rumah untuk warga Bidari dalam waktu dua minggu. Rumah darurat itu dibangun di tempat yang lebih aman.
Menurut Irwandi, amblasnya permukaan tanah di Desa Bidari belum dapat diprediksi penyebabnya. Ini harus diturunkan tim khusus yang mempunyai pengetahuan tentang kondisi alam. Untuk sementara, ada kemungkinan ekses dari gempa dahsyat pada 2004.
Begitupun, tambah Irwandi, ExxonMobil harus bertanggungjawab bidang sosial, karena lahan warga sangat dekat dengan pagar ExxonMobil. Irwandi tidak menuding ExxonMobil sebagai penyebab amblasnya tanah di Desa Bidari, tapi ExxonMobil wajib memberikan perhatian kepada korban tanah amblas ini, apapun penyebabnya. “Saya akan berbicara dengan GM ExxonMobil,” tegas Gubernur Aceh.
Selain menyerahkan dana Rp 400 juta yang diterima Wakil Bupati Aceh Utara Syarifuddin, Irwandi juga menyerahkan bantuan sembako seperti 300 butir telur, 300 kaleng sarden, 200 liter minyak goreng, 160 helai sajadah, 160 helai kain sarung, 25 dus roti, dan obat-obatan.
Dalam kunjungan ke Bidari, Gubernur Aceh didampingi Walikota Lhokseumawe Munir Usman, anggota DPRK Aceh Utara, Kapolres Aceh Utara AKBP Yosi Muhammartha, perwakilan Dandim 0103/AU, dan Muspika Langkahan. Selain melihat kondisi masyarakat di sana, Irwandi juga meninjau lokasi perkampungan dan rumah warga yang retak akibat turunnya permukaan tanah di desa itu.
Pada kesempatan itu Gubernur Irwandi juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 60 juta kepada korban banjir di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe yang diterima Walikota Lhokseumawe, Munir Usman.
Wartawan Serambi yang mengkuti rombongan Gubernur Irwandi dengan menumpang mobil milik Kabag Humas Pemkab Aceh Utara, terjebak dalam hutan Bukit Tower akibat bocor ban. Lokasi tersebut berjarak sekitar enam kilometer dari irigasi Langkahan atau sekitar 20 kilometer arah barat Desa Bidari. Hingga pukul 20.25 WIB tadi malam, masih di lokasi.
Diserang penyakit
Menurut pengamatan Serambi, saat ini anak-anak termasuk balita dari Desa Bidari yang harus menyertai orang tua mereka ke pengungsian mulai diserang penyakit.
Raidah (27), seorang warga Bidari mengatakan, anak-anak mulai diserang penyakit seperti batuk dan demam. Hingga kemarin tidak ada warga yang berani pulang ke rumah, apalagi sudah ada larangan dari pihak kecamatan.
Sementara itu, T Burhanudinsyah yang mengaku sudah 25 tahun bekerja di ExxonMobil mengatakan, pengeboran yang dilakukan perusahaan tersebut tidak berpengaruh pada amblasnya tanah di desa tersebut. Dia menduga, amblasnya tanah disebabkan terjadi pelapukan sisa-sisa dari penebangan liar.(ib/saf/c37)
Thursday, December 18, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment