Thursday, December 18, 2008

Soal Amblas Desa Bidari

Serambi Online: 18/12/2008 08:33 WIB

Gubernur Berdialog dengan ExxonMobil

[ rubrik: Serambi | topik: Pemerintahan ]

LHOKSUKON - Gubernur Aceh, Irawandi Yusuf didampingi Wakil Bupati Aceh Utara, Syarifuddin SE dan Kapolres AKBP Yosi Muhammartha, Rabu (17/12), berkunjung Poin A ExxonMobil, Kecamatan Nibong. Gubernur dan rombongan disambut Manajer Operasional Produksi untuk Aceh, Barton P Cahir, staf Humas Anwar Iska dan Jafar Husen, serta sejumlah staf lainnya di perusahaan itu. Dalam pertemuan sekitar 30 menit tersebut, Irwandi meminta pihak ExxonMobil peduli terhadap lingkungan, karena menurut masyarakat ExxonMobil belum memberikan perhatian. Padahal, lokasi kejadian hanya terpaut beberapa meter dari pagar perusahaan itu.

Irwandi juga berharap agar ExxonMobil menurunkan tim ahli terkait dengan amblasnya lahan dan rumah penduduk di Desa Bidari. Karena, selama ini disebut-sebut penyebab amblasnya tanah di Desa Bidari akibat penyedotan minyak dan gas yang dilakukan oleh perusahaan ini.

Supaya tidak ada kecurigaan semua pihak, Gubernur Aceh berharap perusahaan menurunkan tim terpadu melakukan pengecekan tentang labilnya tanah di Desa Bidari, seperti dari Unsyiah Banda Aceh, Unimal Lhokseumawe maupun dari lembaga lainnya.

Permintaan Irwandi Yusuf mendapat sambutan baik dari Manajer Operasional ExxonMobil di Aceh, Barton P Cahir. Dia berjanji dalam waktu dekat ini akan menurunkan tim ke lokasi tersebut guna melakukan pengecekan tentang penyebab amblasnya tanah.

Tak hanya itu, Exxon juga akan segera menyalurkan bantuan kepada masyarakat di sekitar perusahaan. Apalagi, katanya, setiap terjadi musibah, ExxonMobil tidak tinggal diam. “Kami akan segera mengirimkan bantuan kepada masyarakat Desa Bidari,” kata Barton P Cahir menanggapi Irwandi.

Setelah berdialog dan mendapat kesimpulan, Irwandi Yusuf melanjutkan kunjungannya ke lokasi banjir di Lhoksukon dan Pirak Timu. Kedatangan Irwandi ke lokasi banjir tidak membawa bantuan, karena sudah diserahkan sehari sebelumnya sebanyak Rp 400 juta untuk Aceh Utara, termasuk untuk membangun sejumlah rumah di Desa Bidari. Sedangkan kayu untuk pembangunan rumah tersebut, diambil dari kayu sitaan pihak Polres Aceh Utara.

Ketika berkunjung ke Kuta Makmur, Gubernur Aceh membantu pembangunan Dayah Bahrul Ulum Desa Langkuta. Dayah yang dipimpin Tgk HM Juned Majid itu diberikan dana Rp 10 juta. Sementara di Langkahan, Rabu (17/12), dilaporkan 33 KK masih menetap di pengungsian dan ditampung di rumah tetangga.(ib)

No comments:

Post a Comment